Memberikan berbagai pengertian dasar pelajaran sekolah di Indonesia, dan memberikan berbagai artikel mata pelajaran disekolah

Pengertian Presipitasi Lengkap

Pengertian Presipitasi Lengkap

Pengertian Presipitasi Lengkap - Presipitasi adalah curah hujan atau turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda, yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju dan di daerah beriklim sedang. Presipitasi merupakan peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk dari uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi.

Presipitasi adalah faktor utama yang mengendalikan berlangsungnya daur hidrologi dalam suatu wilayah (merupakan elemen utama yang perlu diketahui mendasari pemahaman tentang kelembaban tanah, proses peresapan air tanah, dan debit aliran).

Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk akhir suatu hasil perncanaan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Besar kecilnya presipitasi, waktu berlangsungnya hujan, dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi, baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan wilayah.

Istilah-istilah terkait dengan presipitasi

  1. Tebal hujan (rain depth) merupakan jumlah presipitasi yang terjadi, dinyatakan sebagai tebal lapisan air di atas permukaan tanah. Satuannnya mm atau inch.
  2. Durasi hujan (duration of rainfall) adalah lamanya presipitasi berlangsung. Satuannya menit atau jam
  3. Intensitas hujan (rainfall intensity) adalah laju presipitasi/ kederasan hujan/intensitas hujan, merupakan kedalaman atau ketinggian air yang jatuh per satuan waktu. Satuannya mm/menit, mm/jam, atau inch/jam.
  4. Frekuensi hujan (return periode).adalah banyak kejadian hujan berlangsung, umumnya dinyatakan dengan periode ulang.
Mekanisme Hujan
  1. Kenaikan massa uap air ke tempat yang lebih tinggi sampai saatnya atmosfer menjadi jenuh.
  2. Terjadi kondensasi atas partikel-partikel uap air kecil di atmosfer.
  3. Partikel-partikel uap air tersebut bertambah besar sejalan dengan waktu untuk kemudian jatuh ke permukaan tanah dan permukaan laut (sebagai hujan) karena gravitasi bumi.
Pola Hujan
  1. Uniform patern, bentuk hujan dengan intensitas merata sepanjang berlangsungnya hujan.
  2. Advanced patern, hujan dengan intensitas terpusat di depan (awal hujan berlangsung).
  3. Intermediate patern, hujan dengan intensitas terpusat ditengah-tengah berlangsungnya hujan
  4. Delayed patern,  hujan dengan intensitas terpusat di belakang (pada akhir  hujan berlangsung).
Pengukuran hujan

Besarnya hujan diukur dengan menggunakan alat penakar curah hujan yang umumnya terdiri atas alat penakar hujan tidak otomatis dan penakar hujan otomatis. Alat penakar hujan tidak otomatis pada dasarnya berupa kontainer atau ember yang telah diketahui diameternya dan dibuat dalam bentuk silinder kearah vertikal untuk memperkecil percikan air hujan. Ketinggian alat ini disarankan berkisar antara 15 – 30 cm dan 50 – 75 cm.

Data hujan

Data hasil pencatatan penakar hujan berupa :
 Ketinggian hujan/tebal hujan/jumlah hujan atau rainfall depth  = d
Lama terjadinya hujanatau duration of rainfall   = t
Kederasan hujan atau rainfall intensity   = i
Periode ulang/frekuensi atau return period   = T
Luas wilayah  atau area   = A




0 comments:

Post a Comment

Peraturan Berkomentar pada Blog ini :
- Berkomentar secara Relevan sesuai artikel
- Menggunakan bahasa yang baik dan sopan
- Tidak diperboleh berkomentar menggunakan Kata Kasar atau Maki
- Tidak diperboleh menaruh link aktif
- Tidak diperbolehkan menggunakan kata " nice,bagus sekali,sangat berguna, dan sejenisnya "

Pengertian Presipitasi Lengkap